“Tidak ada yang indah hanya dengan usaha yang kecil” - Noka Yudana

Salah satu mahasiswa dari Universitas Negeri Malang menceritakan pengalamannya selama mengikuti beasiswa dari program Mevlana (Mevlana Exchange Programme), yaitu salah satu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Turki. Ia bernama Noka Yudana, akrab dengan panggilan Noka. Ia lahir dan besar di Malang, Jawa Timur. Saat ini Noka sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Malang (UM), jurursan Pendidikan Teknik Bangunan.

 

Noka mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur dan senang bisa merasakan kuliah di Turki, karena ia terpesona pada budaya, sejarah, politik, dan kehidupan sosial di Turki.  Setelah menerima pengumuman lolos ia memutuskan berangkat ke Turki bersama dua temannya. Dengan dibantu Hubungan Internasional UM, Noka tidak mengalami kesulitan dalam melalui proses yang sangat panjang dengan berbagai regulasi yang harus diikuti dan dilengkapi, yang kiranya menguras tenaga juga pikiran. Mulai dari pengurusan visa yang harus datang langsung ke kedubes Turki, pengurusan perjalanan study luar negeri ke Ristekdikti, penyesuaian mata kuliah antar Universitas, pencairan beasiswa, tiket pesawat, dan masih banyak lagi.

“Tidak ada sesuatu yang indah hanya dengan usaha yang kecil, benar?” Katanya.

Saat menempuh perkuliahan di negara Turki, Noka menceritakan bahwa suasana belajar di turki dan Indonesia sangat berbeda. Perkuliahan di Turki sangat santai dan independen, mahasiswa disana pun sangat santai tetapi termasuk hard worker (pekerja keras) untuk mencapai sesuatu yang mereka inginkan.  Akdeniz University sendiri adalah pusat penelitian pendidikan dan ilmiah terdepan di wilayah Mediterania Barat Turki. Selain itu Akdeniz University juga sebagai atu universitas terpandang di Turki, dan tertua di Kota Antalya. Ada 12 fakultas di Universitas ini, seperti: kedokteran, pertanian, seni rupa, ilmu pengetahuan alam, budidaya perikanan, komunikasi, bisnis, ilmu ekonomi dan administrasi, hukum, teknik, pendidikan, dan teologi.

 

Selama Noka belajar di Turki ia juga membuat kartu asuransi kesehatan dan rekening tabungan, surat izin tinggal (ikamet), dan registrasi universitas. Untuk asuransi sudah otomatis terdatar karena stasusnya Noka sebagai penerima beasiswa. Selain megurus surat Noka juga menceritakan pegalamannya saat memilih jenis tempat tinggal yang ia sukai dan dirasa nyaman. Banyak sekali pilihan salah satu contohnya adalah kamar dengan kapasitas 4-12 orang. Bagi Noka kamar degan kapasitas sebanyak itu kurang efisien karena tidak ada ruang, akhirnya ia memilih untuk tinggal di apartement dengan pertimbangan harga yang sesuai dengan kantong pelajar.

Selanjunya Noka menceritakan tetang pengeluaran saat tinggal di Antalya. Harus diakui memang ia hanya mengeluarkan uang lebih sedikit dibandingkan jika tinggal di kota lain seperti Istanbul, Ankara, atau Izmir.

 

Selain pengalaman dan cerita menyenangkan diatas Noka juga menceritakan pengalaman unik, menyebalkan, dan membosankan selama tinggal dan kuliah di Turki. Banyak sekali masa-masa paling tidak terlupakan adalah ketika ia baru belajar bahasa dan kebudayaan Turki. Dengan keterbatasan mahasiswa Turki yang tidak bisa bahasa inggris, Noka  dituntut untuk terbuka dan sociable, karena orang Turki cenderung penasaran dengan hal-hal asing. Alhasil ia menjadi pusat perhatian bagi teman-teman di kampus. Demikian yang dapat Noka bagi dengan teman-teman, yang jelas Noka dan temannya sangat-sangat bersyukur bisa merasakan belajar di Turki, dan itu adalah pengalaman sangat berharga dan investasi masa depan yang tak ternilai. (Aprillia Pramita)