UM Jadi Tuan Rumah Seleksi Pengajar Anak-Anak Indonesia di Malaysia

 

Kamis, 12 April 2018 – Dalam kurun waktu 3 hari yang lalu Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) mengadakan seleksi rekrutmen calon guru di Malaysia. Terdapat empat universitas yang dipilih Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang ditujukan untuk Lembaga Pendidikan Lembaga Tenaga Kependidikan (LPTK). Diantaranya Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Negeri Pendidikan (UPI), Universitas Negeri Makassar (UNM).

 

Seleksi calon guru di Malaysia ini sudah memasuki tahun ke-9 dan UM terpilih menjadi salah satu universitas yang berkesempatan memberikan wadah bagi para calon guru melalui LP3. Program ini adalah rekrutmen seleksi calon guru pendidikan dasar untuk anak-anak Indonesia yang ada di luar negeri.

 

“Semua peserta yang lolos hanya mengajar anak-anak Indonesia dikarenakan sesuai dengan tujuanya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk mereka yang berada di luar Indonesia,” ujar bapak Mahmuddin Yunus selaku panitia inti penyelenggaraan seleksi di UM ini.

 

Pada tahap pertama atau tahap seleksi administrasi terdapat 470 pendaftar di UM dari seluruh Indonesia. Saat ini sudah memasuki tahap kedua sekaligus tahap terakhir pada proses seleksi, dengan 60 peserta yang lolos.

 

Tahap kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 12 April 2018 dengan beberapa penilaian seperti, wawancara, tes tulis, dan peer teaching (praktek mengajar). Penguji seleksi calon guru ini adalah tim dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Calon guru yang berhasil lolos seleksi akan diumumkan di akhir April 2018.

 

Calon guru yang lolos tersebut nantinya akan mendapatkan pembekalan terlebih dahulu sebelum diberangkatkan. Sebanyak 90 calon guru yang nantinya lolos berangkat ke Malaysia, akan ditempatkan di Sabah dengan masa kontrak 2 tahun mengajar. Masa kontrak 2 tahun tersebut dapat diperpanjang jika kinerja para calon pengajar tersebut dinilai bagus dibawah pengawasan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

 

“Harapan kami seleksi calon guru ini akan menghasilkan guru-guru yang berkualitas agar dapat mendidik anak-anak bangsa sebaik mungkin,” jelas bapak Yunus.  Beliau juga berharap UM masih diberi amanat sebagai salah satu universitas yang dipilih oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan di tahun yang akan datang.

 

 

Pewarta: Aprillia Cahya Pramita & Faizah Zakiyah

Penulis: Aprillia Cahya Pramita

 

Penyunting: Faizah Zakiyah