Upacara Penutupan Program CLS 2018

Program CLS (Critical Language Scholarship) 2018 di Universitas Negeri Malang (UM) akhirnya resmi ditutup Kamis, 16 Agustus 2018. Acara yang dilaksanakan oleh Kantor BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Aula AVA, Gedung E6, Fakultas Sastra UM ini dihadiri oleh jajaran pejabat di Kantor BIPA, perwakilan dari UM, kantor HI dan seluruh mahasiswa Program CLS 2018 UM sendiri.

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Sastra. Setelahnya, dosen pengampu dari Program CLS Amerika juga ikut memberikan sambutan. Direktur Kantor HI UM menutup rangkaian sambutan sekaligus melakukan penutupan Program CLS 2018 dengan memberikan sertifikat kepada dosen pengampu program dari Amerika secara simbolis.

 

Selepas rangkaian sambutan, mahasiswa yang telah dua bulan belajar secara intensif di Fakultas Sastra UM menampilkan hasil belajar mereka dalam beragam penampilan. Penampilan pertama ialah pagelaran batik. Selanjutnya, sebagian mahasiswa menampilkan keampuan bela diri dari Indonesia yang telah mereka pelajari selama dua bulan terakhir. Di sisi musik, para mahasiswa juga unjuk diri dalam penampilan gamelan yang sudah menjadi ciri khas bagian dari budaya Indonesia. Di akhir sebagian mahasiswa lainnya juga menampilkan tarian tradisional yang diajarkan selama Program CLS. Semua rangkaian penampilan di atas sepenuhnya ditampilkan oleh manahsiswa-mahasiswa CLS yang telah belajar dengan sungguh-sungguh tentang budaya Indonesia.

 

Penutupan di Aula AVA yang dimulai pukul 15:00 WIB pun berakhir sebelum maghrib tiba. Selain ditutup di Aula AVA, Gedung E6, Fakultas Sastra UM, Program ini juga ditutup di pelataran Gedung D8. Berbeda dengan penutupan di Aula AVA, penutupan yang dilaksanakan di D8 ini terbuka untuk seluruh mahasiswa UM. Ketika ditanya mengapa memilih menampilkan di pelataran Gedung D8, salah seorang panitia menjawab, “karena di sini kami sama-sama belajar selama dua bulan.”

 

Di acara yang berbeda tempat ini, tidak hanya mahasiswa saja yang ikut berpartisipasi menampilkan sesuatu di panggung, tetapi seluruh guru dan tutor juga ikut andil dalam memeriahkan panggung malam itu.

 

Acara dibuka dengan penampilan para guru yang menyanyikan lagu-lagu Asian Games dan menampilkan tarian-tarian yang menyimbolkan cabang olahraga yang digelar di Asian Games. Lain dengan para guru, para tutor menampilkan drama musikal yang bertemakan “Kerajaan D8.” Pengambilan tema ini bukan tanpa alasan. Mereka memilihnya karena Gedung D8 merupakan tempat bersejarah Program CLS 2018 UM. Selanjutnya giliran para mahasiswa CLS yang unjuk diri. Mereka bersenang-senang bersama dengan bernyanyi dan berdansa dalam alunan musik yang diputar oleh DJ di panggung.

 

Selain itu, di acara penutupan yang digelar di pelataran Gedung D8 ini, panitia juga menampilkan video kilasan balik Program CLS 2018 yang telah berjalan sejak dua bulan yang lalu. Bersama-sama mereka mengingat kedatangan mahasiswa pada 4 Juni 2018. Acara pun ditutup dengan pelepasan kembang api.

 

CLS (Critical Language Scholarship) merupakan program belajar budaya dan bahasa secara intensif untuk mahasiswa Amerika Serikat (AS). Program ini merupakan disponsori oleh pemerintah AS di bawah American Councils for International Education. Program CLS di UM tahun ini berlangsung selama dua bulan sejak Juni 2018 sampai Agustus 2018.