Intern Story-Aprilia Cahya Pramita

Halo, teman-teman! Perkenalkan nama saya Aprillia Cahya Pramita atau kalian bisa memanggil saya Mita. Saat ini saya tecatat sebagai mahasiswi semester 5 di Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Pendidikan Luar Biasa dan terdaftar sebagai alumni mahasiswa magang batch IV di Office of International Affairs, Universitas Negeri Malang (OIA UM)..

Bisa menjadi bagian dari OIA UM adalah suatu hal yang baru dan di luar lingkungan yang biasa saya jumpai. OIA bagi saya adalah keluarga dengan segudang  ilmu yang bisa saya ambil. Pada masa internship selama kurang lebih 6 bulan saya tergabung dalam divisi publikasi dan menjumpai berbagai informasi mengenai beasiswa, konferensi, seminar, dan acara-acara Internaasional lainya yang sangat membuka pandangan saya bahwa sebenarnya UM memiliki banyak sekali kerjasama dengan Universitas luar negeri yang menawarkan kesempatan untuk melanjutkan belajar atau bahkan mengenal budaya mereka.

Mengikuti program magang ternyata membuahkan hasil yang tidak terduga. Universitas Negeri Malang yang bekerjasama dengan Suranaree University Technology Thailand mendapatkan ‘priviledge’ untuk berpartisipasi dalam program SUT Global Enterpreneruship Camp yang dilaksanakan di Thailand selama 10 hari. Hal paling bahagia dalam hidup saya adalah terwujudnya mimpi yang selama ini saya kira mustahil untuk dicapai, yaitu berkesempatan belajar di luar negeri dan OIA telah berperan besar dalam hal ini. OIA diberikan wewenang dalam proses pemilihan 5 mahasiswa yang dikirimkan untuk mengikuti program tersebut, dan saya terpilih sebagai salah satunya untuk mewakili UM. Sungguh sebuah kebanggan bagi saya.

SUT Global Enterpreneruship Camp berlangsung di NAPLAB Co-Working Space, hangar Co-Working Space, Dtac Accelerate Thailand Startups, dan Suranaree University of Technology. Di tempat terakhir kita mendapatkan materi-materi mengenai startup, bagaimana enterpreneurship berpengaruh dan akan berkembang pesat pada era saat ini. Pada saat di SUT, kami wajib mengkampanyekan ide kita dan membentuk kelompok dengan kemiripan ide yang terdiri dari 10 mahasiswa dari internasional student atau mahasiswa dari SUT sendiri. Saya satu kelompok dengan Hilda, mahasiswi Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam UM dan diketuai oleh Okta, mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ide yang kami lombakan adalah membuat travel aplikasi yang dikhususkan untuk wilayah timur Indonesia, tepatnya NTB. Alasan kami memilih wilayah timur karena saat ini pariwisata berpusat di Indonesia bagian barat dan tengah saja, aplikasi tersebut bernama “Your Backpacker Assistant (YOUR BAE)”. Dan empat mahasiswa lainya membentuk satu kelompok mengusung ide untuk membuka rental seragam di sekolah. Waktu yang diberikan untuk mematangkan dan menuntaskan ide tersebut adalah dua hari, lalu di hari berikutnya ide-ide tersebut akan dilombakan. Alhamdulillah, UM berhasil mendapatkan dua juara, Your Bae berhasil menjadi juara dua dan Rental Seragam menjadi juara tiga.

Selama di Thailand tidak melulu memikirkan tentang enterpreneurship saja, tetapi juga melakukan wisata untuk mengenal sejarah Thailand dan budaya yang ada di sana. Pada hari kedua kami diajak ke Rattanakosin Exhibition Hall untuk melihat sejarah Thailand pada masa raja pertama hingga saat ini, dan malam harinya kami makan malam di Sungai Chao Praya untuk menikmati suasana Thailand pada malam hari, melihat pasar tradisional yang hampir mirip dengan Indonesia dan berkeliling sungai sambil melihat puluhan kapal yang lalu-lalang dengan fasilitas dinner super mewah. Pada saat acara berlangsung selama 10 hari kami juga dikenalkan dengan makanan khas Thailand mulai dari makan pagi, siang, malam, hingga snack sepanjang acara berlangsung.

Setelah pulang dari Thailand kegiatan di OIA tidak berhenti begitu saja, dilanjutkan dengan acara tahunan yang sangat spektakuler yaitu UM international Camp 2018 (UMiCamp). Pada pelaksanaan UM iCamp saya tetap tergabung di divisi publikasi yang tugasnya meliput pada setiap kegiatan dan memastikan bahwa berita telah terpublikasikan di semua akun media sosial OIA, yakni facebook, twitter, website, dan instagram.

Saya berharap pengalaman yang saya bagikan ini dapat memberi gambaran kalian tentang OIA UM. Jangan pernah merasa bahwa waktumu menjadi mahasiswa akan berkurang ketika magang, tetapi manfaatkanlah kesempatan selama berkuliah untuk mencari pengalaman, ilmu, dan relasi yang banyak.

Jika ada pertanyaan, saya siap membantu. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca pengalaman saya magang di OIA.

 

Penulis: Aprillia Cahya Pramita
Editor  : Lilis Nur Hidayati