Peserta UM iCamp Nikmati Keindahan Malang dengan MACITO

MALANG. Sebagai kota pelajar, kota bunga,  dan dikenal sebagai Paris Van Java, Malang telah memikat hati 48 orang dari 42 negara untuk mengikuti ajang bergengsi UM iCamp. Keindahan dan keramah tamahan masyarakatnya membuat nyaman dan krasan untuk berlama-lama tinggal di Malang.

 

Untuk mengenal lebih dalam tentang sudut-sudut keindahan kota pendidikan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang mengajak dan memfasilitasi peserta UM iCamp untuk berkeliling melalui Malang City Tour (MACITO).

 

Kegiatan yang diadakan setelah pelaksanaan upacara kemerdekaan ini dilaksanakan pada hari Kamis 17 Agustus 2017 mulai pukul 10.00-14.30 WIB. Seluruh peserta diajak mengitari melihat taman-taman yang indah,bangunan bersejarah, monumen, kampung wisata, hingga tempat membeli oleh-oleh khas Malang.

 

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Kampung Wisata Tempe Sanan. Di tempat ini, terdapat 3 program yang diperkenalkan kepada para peserta UM International Camp. Pertama tentang proses pembuatan pie apel, kedua tentang pembuatan tempe dari kedelai, dan ketiga pembuatan keripik tempe. 

 

Dari 48 peserta, mereka dibagi menjadi empat grup untuk melihat-lihat dan mencoba praktek langsung produksi pengolahan kripik tempe,mulai dari proses pemotongan tempe dengan mesin potong, proses penggorengan hingga mengelompokkan kripik tempe berdasar rasa-rasa yang telah diberikan.

 

Selain melihat dan praktek langsung pembuatan kripik tempe, mereka juga diajak untuk praktek membuat pie apel khas Malang. Diakhir praktek banyak dari peserta yang juga membeli kripik tempe dan pie apel Malang sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke negara masing-masing.

 

Setelah puas belajar pengolahan kripik tempe Sanan dan pie apel khas Malang, seluruh peserta melanjutkan perjalanan mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan yang terletak di daerah Jodipan Malang. 

 

Seluruh peserta nampak takjub melihat keindahan dari rumah-rumah yang telah dicat warna warni.rumah warna warni tersebut nampak begitu artistik. Banyak dari mereka yang mengabadikan keindahan kampung warna warni baik melalui foto,selfie,wefie, maupun video.

 

Selanjutnya, mereka mengunjungi pusat souvenir Inggil, yang menjual aneka pernak pernik khas Malang. Di sana, mereka bebas memilih berbagai macam suvenir yang bisa mereka beli untuk oleh-oleh pulang ke negaranya, mengingat hari ini adalah hari terakhir UM iCamp 2017.

 

Sebelum mengakhiri perjalanan bersama Macito, seluruh peserta berkesempatan untuk membeli oleh-oleh kekinian khas Malang, apalagi kalau bukan Malang Strudle. Strudle khas Malang milik artis beken Teuku Wisnu ini telah menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan buah tangan dari Malang. Rasanya kurang lengkap bila ke Malang tanpa membawa oleh-oleh Malang strudle.

 

Perjalanan bersama Macito kali ini sungguh mengesankan.selain karena para peserta dapat merasakan indahnya Kota Malang, mereka juga dapat merasakan kebersamaan yang lebih erat di hari akhir pelaksanaan UM International Camp.

 

 

Penulis: Nada Humaida R/Pamela P/Kautsar S./Ridha R.